Jangan lebay bagian kedua ini aku mau shared seputar berlebihan memilki perasaan sayang kepada “pacar/kekasih/someone special/boxin/dear/baby (apalagi yak?!??!)” Hhehehehe
Jujur aku pernah punya perasaan sayang yang berlebihan ke
seorang pria yang dulu notabennya dibilang pacar. Dulu aku pikir dia akan jadi
“my last one”, makanya aku all out banget sayang sama dia, tapi apa yang
terjadi?!?!?!? Aku kehilangan dia dengan cara yang cukup menyakitkan, he is not
belong to me. Menyesal karena kehilangan dia sih enggak, tapi yang aku sesali
ada aku melupakan posisi siapa2 saja yang harus aku prioritaskan untuk aku
sayangi. Aku ngerasa lemah banget dalam mengingat ALLAH, bisa dibilang waktu
curhatku di sepertiga malam itu sangat minim pada saat itu. Mungkin aku terlalu
asyik dengan kondisi yang selalu terisi dengan keberadaan seseorang pria yang
selalu menemani ku saat keadaan apapun. Harusnya aku gak berlebihan, gak lebay.
Dari kejadian itu semua yasudahlah,, mau nyesel sampai
nangis darah pun gak akan bisa mengembalikan masa lalu aku, saat itu aku yang
harus belajar. Belajar arti SABAR, IKHLAS DAN SYUKUR, jadi yang bisa aku
syukuri adalah HIKMAH. Hikmah yang begitu besar, karena semenjak saat itu aku
merasakan perbedaan yang signifikan. Pola pikir yang selalu ingin belajar
membuat aku sedikit demi sedikit memahami arti sebuah kehidupan.
Alhamdulillah,, ternyata efek yang ditimbulkan jauh lebih besar manfaatnya
untuk aku. Everything happens for a reason,, selalu ada secret dibalik semua
rencana Allah dan aku selalu percaya pada rencanaNya itu. Sejak saat itu aku
mulai belajar untuk mengerti apa itu zuhud dan ma’rifat. Bismillah,, berusaha
untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat ku, karena hidup adalah misi
yang harus diselesaikan dengan baik.
Rasulullah bersabda : “Cintailah orang yang engkau cintai
secukupnya, karena bisa jadi suatu saat engkau akan membencinya. Dan bencilah
seseorang yang engkau benci sekedarnya, sebab bisa jadi suatu saat engkau akan
mencintainya.”
(H.R. Bukhari)
Setelah berpisah dengan pria itu pun aku memutuskan untuk
tidak lagi menginjak proses pacaran. Dengan begitu bukan berarti aku menutup
hati rapat2, tapi aku lebih memilih bersabar untuk menempatkan perasaan sayang
aku itu pada tempat yang Halal, tempat yang diridhoi Allah. Aku akan bersabar
menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-Nya bersama. Aku akan
bersabar untuk tidak mengekspresikan cintaku sebelum dia Halal bagiku dan Allah
mengizinkannya, akan ku simpan baik2 segala ungkapan, derap hati dan perasaanku
rapat2 sebelum Allah menjawab semuanya di saat yang tepat. Mungkin ketika
setelah ikrar IJAB dan KOBUL telah dilakukan, karena itu sebagai bukti yang
benar2 resmi. Subhanallah….
Ada yang mengatakan :
“Cinta pertama sangat indah dan tidak dapat dilupakan”
“Dan cinta ke selanjutnya adalah tujuan sampai ke pelaminan”
Kesimpulannya, ternyata cinta membutuhkan waktu untuk
mendapatkan yang terbaik, namun tidak juga harus seperti itu. Jika memang belum
sanggup, maka lebih baik nanti saja dulu. Jangan memaksakan kehendak nafsu.
Andai kata demikian, jangan biarkan kita berhubungan dengan banyak orang,
karena mungkin kita bisa terjebak kelimbah dan bergelimangan dosa, dari orang
yang satu singgah ke hati yang lain. Mungkin Allah mentakdirkan kita bertemu
dengan orang yang buruk sebelum kita dipertemukan dengan orang yang tepat.
Kalau kata lirik natural D’Masiv : “Bukan aku yang mencarimu, bukan kamu yang mencari aku. Cinta yang
membuat temukan 2 hati yang berbeda ini.”
Kedua jiwa yang telah terpaut erat senantiasa
menyenandungkan keteguhan hati itu masing2.
“Aku adalah Kau dan Kau adalah Aku”
“Kita adalah 2 ruh yang menyatu dalam 1 jasad”
“Karena tulang rusuk & pemiliknya tak’kan pernah
tertukar dan akan bertemu pada saatNya”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar