Loading...

Minggu, 15 Juli 2012

Ikhlas


Ada yang bisa jelasin pengertian dari kata “ikhlas”?!?!?!?
#Kalau aku sih gak bisa,,, Hhahahahaha
Aku merasa tertarik dengan kata itu setelah berpisah dari seorang pria yang dulu notabennya memiliki kedekatan sama aku, banyak yang kasih wejangan setelah kejadian itu “udah ikhlasin aja dia”, udah kaya orang meninggal aja suruh ikhlasin. Hhehehehe. Awalnya sempat aga sensi juga dibilang gitu, karena pada saat itu aku emang gak ngerti maksud mereka bilang ikhlas itu apa?!?!? Dan dari sekian jawaban2 yang dijelasin sama teman2 aku tentang “pengertian ikhlas” gak ada satu pun yang buat aku puas atau kena lah untuk ngerti maksud mereka (mungkin karena factor otakku lemot juga kali ya) Hhahahahaha. Dan finally that I know ikhlas itu adalah emosi bukan definisi,, Hhahahahaha. Iya’lah,, nenek salto juga tau.

Menjelaskan tentang ikhlas itu bukan perkara yang mudah, bahkan orang2 yang pandai pun belum tentu bisa menjelaskan tentang ikhlas (yang pandai aja belum tentu, apalagi aku,, boro2)
Berawal dari pernyataan tadi, ikhlas itu melibatkan emosi, emosi itu melibatkan hati, hati itu lebih dalam daripada lautan. Jadi kedalaman hati itu tidak dapat diketahui oleh siapa pun kecuali Sang pencipta dan pemilik hati itu sendiri. Ikhlas adalah RAHASIA antara Allah dan Hamba-Nya. Malaikat pencatat tidak mengetahui sedikit pun mengenainya untuk dapat dia tulis. Hanya’lah Allah semata yang dapat menilai, mungkin kita bisa berbohong pada yang lain, tapi tidak pada Allah. Jujur kalau aku sendiri bisa merasakan ikhlas yang hakiki itu pada saat ibadah, khususnya pada shalat. Diawali dengan niat “LILLAHI TA’ALA”. Karena Allah,, hanya kepada Allah. Subhanallah deh,, (gak bisa dijelasin secara kontekstual, cuma bisa dirasa di dalam hati)
 
 
“Dari ikhlas tanpa balas menjadi ikhlas tanpa batas.”
Apa sih yang diharapin atau balasan apa yang diinginkan dari setiap ibadah yang kita lakuin?
Pasti ada yang ngarepin dapat pahala, terkabulnya hajat, bisa masuk surga, dihapuskan dosa, biar sederajat dengan para sufi, wah macam2 deh. Tapi pada intinya sih dari sekian alasan tadi cuma satu yaitu, “Ridho Illahi”. Cuma itu aja alasan dari sekian perkara ibadah yang kita lakuin di dunia ini.

Maaf aku mengeluh


Pernah mengeluh?

Pasti pernah,, apalagi kita hanya manusia biasa yang memiliki banyak keterbatasan. Tak ada yang salah dengan mengeluh, itu sah2 saja. Inget banget sama ayahku yang selalu marah melihat aku mengeluh, ayah selalu ngajarin aku utk tidak pernah mengeluh di depan orang lain, kecuali di hadapan sang Khalik. Karena mengeluh di depan orang lain itu kurang efektif, “manusia hidup itu sudah punya banyak masalah, jadi jangan menambah masalah mereka dengan mengeluh di depan mereka dan sebaiknya kamu mengeluh pada Allah dalam sujudmu” Begitulah pesan ayahku.

Hemmm,,,
Biasanya manusia mengeluh itu karena kurangnya rasa bersyukur dengan apa yg sudah didapat. Terasa selalu kurang dan ingin mendapatkan yang lebih,, dan LEBIH. Lagi lagi gak ada yang salah kok dengan itu, karena pada dasarnya manusia itu memiliki nafsu. Dan nafsu itulah MUSUH terberat manusia. Astagfirullah,, be more careful guy’s.

Al Qur’an mengatakan :
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami beri dia balasan pekerjaannya di dunia dengan sempurna, dan dia di dunia tidak akan dirugikan, itulah orang yang tidak memperoleh apa-apa di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat apa yang telah diupayakannya di dunia, dan sia-sialah apa yang telah dikerjakannya.”
(Q.S Hud 15-16)

Semoga kita bukan salah satu golongan diantaranya, amin.
Bersyukur dengan apa yang dimiliki itu jauh lebih baik daripada berharap pada sesuatu yang belum pasti. Apa yang sudah kita dapatkan adalah sebuah kepastian, tetapi apa yang kita harapkan di masa depan itu belum pasti.

Bukan berarti kita tidak boleh bermimpi,, hanya saja biasakan untuk mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan hari ini, mensyukuri dari hal yang terkecil, Insyallah Allah pun akan menambah nikmat kita lagi. Kan Allah maha Pengasih dan Penyayang,, Hhehehehe.
Belajar menyeimbangkan kehidupan untuk di dunia dan akhirat,,, dan setiap orang punya caranya sendiri untuk melakukan itu.

Hidup adalah anugerah, terimalah.....
Hidup adalah perjalanan, nikmatilah.....
Hidup adalah tantangan, hadapilah…..
Hidup adalah pertandingan, menangkanlah.....
Hidup adalah tugas, selesaikanlah dengan baik.

Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil, namun berikan penghapusnya pada Allah, karena Dia yang akan menghapus bagian yang salah dan menggantinya dengan yang terbaik untukmu.

Salam Ukhuwah




Segala puji bagi Allah yang telah mempertautkan hati-hati kami, Maka dengan nikmatnya jadilah kami bersaudara.
Tidak dapat aku bayangkan sentuhan antara seorang muslimah dengan seorang muslimah yang lain.
Dalam memenuhi tuntutan dalam lslam untuk mengeratkan silaturahmi, tangan dihulurkan untuk bersalam.
Rasa sayang membuat kita bahagia.
Rasa percaya membuat kita yakin.
Rasa kecewa membuat kita menangis.
Rasa cinta terkadang pahit, tetapi rasa Ukhuwah selamanya akan terasa manis, karena seorang sahabat itu terlalu istimewa dalam doa saudaranya yang lain.
Ukhuwah itu bagai seutas tasbih, ada awal tiada penghujung, diciptakan untuk mengingatNya, dibahagiakan untuk dicintaNya dan diratib untuk RidhoNya.
Bersama menjalin rasa Ukhuwah yang telah bersemi berawal dari rasa cinta Illahi menjelma menjadi rasa cinta sejati.

Jangan lebay part 3

Jangan lebay bagian ketiga ini aku mau share tentang berlebihan dalam bersedih atau anak condet bilangnya “galau”,,, Asheiiik. Hhahahaha
Kata “galau” sangat popular di tahun 2011 mungkin sampai sekarang juga masih exist,, Hhehehehe. Tapi setelah ada kata “galau”, muncul kata “move on”. Dan apa artinya itu?!?!?!? Artinya segala sesuatu yang ada di dunia itu pasti berevolusi, akan ada perubahan, karena waktu terus berjalan. Sesungguhnya masa2 kegelapan malam adalah masa yang mendahului terbitnya fajar.




“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).”  (Ali-Imran 3 : 140)

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.” (At-Taghabun 64 : 11)

“Ketika kesempitan sudah sampai pada puncaknya, maka saat itulah datang kelapangan. Dan ketika musibah telah menyempit-kan tenggorokan, maka saat itulah datang kemudahan.” (Imam Ali bin Abi Thalib)

“Hanya kepada Allah aku bertawaqal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali.” (Hud 11 : 88)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah 2 : 45)
 “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (H.R. Tirmidzi)

“(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya.” (Ar-Rum 30 : 6)

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutuskan silaturahim, kecuali Allah pasti akan memberikan kepadanya salah satu dari 3 hal : Allah akan mengabulkan doanya dengan segera, atau Allah akan menyimpan doanya (sebagai suatu pahala) di akhirat, atau Allah akan memalingkan dan menghindarkannya dari suatu keburukan yang sebanding dengan doanya itu.” (H.R. Ahmad)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah 2 : 216)

“Allah tidak menetapkan sebuah qadha’ bagi seorang hamba kecuali itulah yang terbaik untuknya.” (H.R. Ahmad)

“Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku terhadap diri-Ku. Jika dia berprasangka baik terhadap diri-Ku, maka itulah untuknya. Jika dia bersangka buruk terhadap diri-Ku, maka itulah untuknya.”  (H.R. Ahmad)

“Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar 39 : 53)

“Allah tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah 286)

 “Sesungguhnya karamah yang paling besar adalah tetap bisa istiqomah.” (Imam Ibnu Taimiyah)

“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah.” (Ali-Imran 3 : 174)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang  yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kepada-Nyalah kami akan kembali.’ Meraka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah 2 : 155-157)

Hmmm…..
Lumayan gempor juga bolak balik buku untuk ngutip potongan2 ayat maupun hadist itu (curcor),,, Hhahahahaha. Untuk postingan satu ini aku banyak pakai dalil supaya memperkuat statement aja, yaitu “There’s not a reason to be sad”, kalau orang condet bilang “Laa Tahzan” buat yang suka galau. Hhehehehe

Jangan lebay part 2


Jangan lebay bagian kedua ini aku mau shared seputar berlebihan memilki perasaan sayang kepada “pacar/kekasih/someone special/boxin/dear/baby (apalagi yak?!??!)” Hhehehehe
Jujur aku pernah punya perasaan sayang yang berlebihan ke seorang pria yang dulu notabennya dibilang pacar. Dulu aku pikir dia akan jadi “my last one”, makanya aku all out banget sayang sama dia, tapi apa yang terjadi?!?!?!? Aku kehilangan dia dengan cara yang cukup menyakitkan, he is not belong to me. Menyesal karena kehilangan dia sih enggak, tapi yang aku sesali ada aku melupakan posisi siapa2 saja yang harus aku prioritaskan untuk aku sayangi. Aku ngerasa lemah banget dalam mengingat ALLAH, bisa dibilang waktu curhatku di sepertiga malam itu sangat minim pada saat itu. Mungkin aku terlalu asyik dengan kondisi yang selalu terisi dengan keberadaan seseorang pria yang selalu menemani ku saat keadaan apapun. Harusnya aku gak berlebihan, gak lebay.

Dari kejadian itu semua yasudahlah,, mau nyesel sampai nangis darah pun gak akan bisa mengembalikan masa lalu aku, saat itu aku yang harus belajar. Belajar arti SABAR, IKHLAS DAN SYUKUR, jadi yang bisa aku syukuri adalah HIKMAH. Hikmah yang begitu besar, karena semenjak saat itu aku merasakan perbedaan yang signifikan. Pola pikir yang selalu ingin belajar membuat aku sedikit demi sedikit memahami arti sebuah kehidupan. Alhamdulillah,, ternyata efek yang ditimbulkan jauh lebih besar manfaatnya untuk aku. Everything happens for a reason,, selalu ada secret dibalik semua rencana Allah dan aku selalu percaya pada rencanaNya itu. Sejak saat itu aku mulai belajar untuk mengerti apa itu zuhud dan ma’rifat. Bismillah,, berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat ku, karena hidup adalah misi yang harus diselesaikan dengan baik.

Rasulullah bersabda : “Cintailah orang yang engkau cintai secukupnya, karena bisa jadi suatu saat engkau akan membencinya. Dan bencilah seseorang yang engkau benci sekedarnya, sebab bisa jadi suatu saat engkau akan mencintainya.”
(H.R. Bukhari)

Setelah berpisah dengan pria itu pun aku memutuskan untuk tidak lagi menginjak proses pacaran. Dengan begitu bukan berarti aku menutup hati rapat2, tapi aku lebih memilih bersabar untuk menempatkan perasaan sayang aku itu pada tempat yang Halal, tempat yang diridhoi Allah. Aku akan bersabar menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-Nya bersama. Aku akan bersabar untuk tidak mengekspresikan cintaku sebelum dia Halal bagiku dan Allah mengizinkannya, akan ku simpan baik2 segala ungkapan, derap hati dan perasaanku rapat2 sebelum Allah menjawab semuanya di saat yang tepat. Mungkin ketika setelah ikrar IJAB dan KOBUL telah dilakukan, karena itu sebagai bukti yang benar2 resmi. Subhanallah….

Ada yang mengatakan :
“Cinta pertama sangat indah dan tidak dapat dilupakan”
“Cinta kedua adalah pelajaran”
“Dan cinta ke selanjutnya adalah tujuan sampai ke pelaminan”

Kesimpulannya, ternyata cinta membutuhkan waktu untuk mendapatkan yang terbaik, namun tidak juga harus seperti itu. Jika memang belum sanggup, maka lebih baik nanti saja dulu. Jangan memaksakan kehendak nafsu. Andai kata demikian, jangan biarkan kita berhubungan dengan banyak orang, karena mungkin kita bisa terjebak kelimbah dan bergelimangan dosa, dari orang yang satu singgah ke hati yang lain. Mungkin Allah mentakdirkan kita bertemu dengan orang yang buruk sebelum kita dipertemukan dengan orang yang tepat.


Kalau kata lirik natural D’Masiv : “Bukan aku yang mencarimu, bukan kamu yang mencari aku. Cinta yang membuat temukan 2 hati yang berbeda ini.”
Kedua jiwa yang telah terpaut erat senantiasa menyenandungkan keteguhan hati itu masing2.
“Aku adalah Kau dan Kau adalah Aku”
“Kita adalah 2 ruh yang menyatu dalam 1 jasad”
“Karena tulang rusuk & pemiliknya tak’kan pernah tertukar dan akan bertemu pada saatNya”

SejaRah NecH