Jangan lebay bagian ketiga ini aku mau share tentang
berlebihan dalam bersedih atau anak condet bilangnya “galau”,,, Asheiiik.
Hhahahaha
Kata “galau” sangat popular di tahun 2011 mungkin sampai
sekarang juga masih exist,, Hhehehehe. Tapi setelah ada kata “galau”, muncul
kata “move on”. Dan apa artinya itu?!?!?!? Artinya segala sesuatu yang ada di
dunia itu pasti berevolusi, akan ada perubahan, karena waktu terus berjalan.
Sesungguhnya masa2 kegelapan malam adalah masa yang mendahului terbitnya fajar.
“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara
manusia (agar mereka mendapat pelajaran).” (Ali-Imran 3 : 140)
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin
Allah.” (At-Taghabun 64 : 11)
“Ketika kesempitan sudah sampai pada puncaknya, maka saat itulah datang
kelapangan. Dan ketika musibah telah menyempit-kan tenggorokan, maka saat
itulah datang kemudahan.” (Imam Ali bin Abi Thalib)
“Hanya kepada Allah aku bertawaqal dan hanya kepada-Nya lah aku
kembali.” (Hud 11 : 88)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah
2 : 45)
“Aku sebagaimana prasangka
hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (H.R.
Tirmidzi)
“(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi
janjinya.” (Ar-Rum 30 : 6)
“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung
dosa dan tidak untuk memutuskan silaturahim, kecuali Allah pasti akan memberikan
kepadanya salah satu dari 3 hal : Allah akan mengabulkan doanya dengan segera,
atau Allah akan menyimpan doanya (sebagai suatu pahala) di akhirat, atau Allah
akan memalingkan dan menghindarkannya dari suatu keburukan yang sebanding
dengan doanya itu.” (H.R. Ahmad)
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah 2 : 216)
“Allah tidak menetapkan sebuah qadha’ bagi seorang hamba kecuali itulah
yang terbaik untuknya.” (H.R. Ahmad)
“Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku terhadap diri-Ku. Jika dia
berprasangka baik terhadap diri-Ku, maka itulah untuknya. Jika dia bersangka
buruk terhadap diri-Ku, maka itulah untuknya.”
(H.R. Ahmad)
“Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar 39 : 53)
“Allah tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan
kesanggupannya.” (Al-Baqarah 286)
“Sesungguhnya karamah yang
paling besar adalah tetap bisa istiqomah.” (Imam Ibnu Taimiyah)
“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari
Allah.” (Ali-Imran 3 : 174)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang
sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,
‘Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kepada-Nyalah kami akan kembali.’ Meraka
itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka
dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah 2 :
155-157)
Hmmm…..
Lumayan gempor juga bolak balik buku untuk ngutip potongan2
ayat maupun hadist itu (curcor),,, Hhahahahaha. Untuk postingan satu ini aku
banyak pakai dalil supaya memperkuat statement aja, yaitu “There’s not a reason
to be sad”, kalau orang condet bilang “Laa Tahzan” buat yang suka galau.
Hhehehehe