Loading...

Minggu, 06 Oktober 2013

Lampu kuning....



Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat sempurna baik secara fisik maupun psikis. Manusia dianugerahi hati nurani (qalb), akal pikiran (al-‘aql), jiwa (an-nafs), dan ruh (ar-ruh) sebagai unsur psikis dan jasad (al-jism) sebagai unsur fisik. Emosi merupakan salah satu hasil kerja dari sinergi unsur fisik dan psikis.



Emosi mempunyai bentuk yang berbeda-beda, misalnya senang, sedih, marah, takut atau gejala-gejala lain yang merupakan respon dari bekerjanya indera manusia. Salah satu emosi yang sering muncul dalam diri kita adalah emosi marah (ghadab). Marah merupakan salah satu satu fitrah manusia, marah merupakan bentuk ekspresi emosi yang ditimbulkan oleh pengaruh lingkungan sekitar manusia, dimana biasanya orang akan menjadi terpancing emosi marahnya apabila mendapatkan stimulus-stimulus yang mengancam atau mengusik ketenangan dan kenyamanan seseorang, misalnya orang akan marah jika dia di caci maki, di hina, dipukul, atau bahkan dilecehkan oleh orang lain.



Dan gw adalah seseorang yg pernah merasakan dicaci maki/dihina/dilecehkan secara verbal.
Rasanya itu Waawww,,


Tapi gw cuma manusia biasa (gw bukan tipe pemberontak), gw hanyalah perempuan yg mendominasikan setiap pemikiran gw dengan perasaan. Jadinya gw lebih suka DIAM memendam perasaan sakit itu sendiri dalam hati, tanpa menyisipkan rasa benci atau menyisipkan sumpah serapah yg tidak bermanfaat sama sekali. Gw cuma bisa berharap dan berdoa agar gw gak nemuin nightmare itu lagi next time. Alasan kenapa gw lebih suka diam karena, itu salah satu cara untuk meminimalisir kontrol yg tidak seimbang. Takut aja kalau sampai organ lembut yang tidak bertulang ini (lidah) sampai mengiris hati seseorang. Karena setahu gw, punya perkara segede gunung sedalam samudera seluas jagad raya dgn Sang Khaliq itu masih bisa ditoleransi dgn banyak-banyak istigfar. Nah, kalau perkaranya dgn manusia,, bisa amsyong. Allah gak bakal acc tobat kita sebelum kita meminta maaf dgn orang yg udah kita sakitin itu. Hoooroooorrrrrr………



Hmmm,, ada hadist nih :

Rasulallah SAW. bersabda bahwa Sesungguhnya marah itu bara api yang dapat membakar lambung anak Adam. Ingatlah bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang melambatkan (menahan) amarah dan mempercepat keridhaan dan sejelek-jelek orang adalah orang yang mempercepat amarah dan melambatkan ridha”.

(HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudriy).



Alasan lain kenapa gw gak mau terlalu berapi api ketika marah adalah mindset gw yaitu “im nothing”. Yups,, gw merasa gw bukan siapa2, gw bukan apa2 tanpa Allah. Sama sekali gak ada yg bisa gw sombongin utk marah, mungkin lebih akrabnya kita sebut down to earth. Terserah deh mau dibilang lemah kek atau apa kek, yang penting

إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن

Kalau udah inget itu, lupa deh semua perkara, gw gak butuh alasan lain lagi utk mikir yg bukan kapasitasnya gw.


 

Motivasi gw nulis ini sih simple, semoga dgn coret2an ini bisa sedikit memberi manfaat buat yg baca. Hati-hati dgn setiap perkataan yg terlontar dari mulut kita, kita gak pernah tahu efek dari setiap perkataan kita itu, baik maupun buruk. Kita gak pernah tahu apa kita bakal bangga pernah mengatakan suatu hal atau malah menyesal pernah mengatakannya. Kalau memang kita tidak bisa berkata baik diam itu lebih baik kok, tapi lebih baik lagi berkata yg baik. (semoga bisa mencerna kalimat yg terlontar dari mulut orang autish macam gw ini) Hhehehehe


 



Tidak ada komentar:

SejaRah NecH