Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat sempurna baik secara
fisik maupun psikis. Manusia dianugerahi hati nurani (qalb), akal
pikiran (al-‘aql), jiwa (an-nafs), dan ruh (ar-ruh)
sebagai unsur psikis dan jasad (al-jism) sebagai unsur fisik. Emosi
merupakan salah satu hasil kerja dari sinergi unsur fisik dan psikis.
Emosi mempunyai bentuk yang berbeda-beda, misalnya senang, sedih, marah,
takut atau gejala-gejala lain yang merupakan respon dari bekerjanya indera
manusia. Salah satu emosi yang sering muncul dalam diri kita adalah emosi marah
(ghadab). Marah merupakan salah satu satu fitrah manusia, marah merupakan bentuk ekspresi emosi yang ditimbulkan oleh pengaruh
lingkungan sekitar manusia, dimana biasanya orang akan menjadi terpancing emosi
marahnya apabila mendapatkan stimulus-stimulus yang mengancam atau mengusik
ketenangan dan kenyamanan seseorang, misalnya orang akan marah jika dia di caci
maki, di hina, dipukul, atau bahkan dilecehkan oleh orang lain.
Dan gw adalah seseorang yg
pernah merasakan dicaci maki/dihina/dilecehkan secara verbal.
Rasanya itu Waawww,,
Tapi gw cuma manusia biasa
(gw bukan tipe pemberontak), gw hanyalah perempuan yg mendominasikan setiap
pemikiran gw dengan perasaan. Jadinya gw lebih suka DIAM memendam perasaan sakit
itu sendiri dalam hati, tanpa menyisipkan rasa benci atau menyisipkan sumpah
serapah yg tidak bermanfaat sama sekali. Gw cuma bisa berharap dan berdoa agar
gw gak nemuin nightmare itu lagi next time. Alasan kenapa gw lebih suka diam karena,
itu salah satu cara untuk meminimalisir kontrol yg tidak seimbang. Takut aja
kalau sampai organ lembut yang tidak bertulang ini (lidah) sampai mengiris hati
seseorang. Karena setahu gw, punya perkara segede gunung sedalam samudera seluas
jagad raya dgn Sang Khaliq itu masih bisa ditoleransi dgn banyak-banyak
istigfar. Nah, kalau perkaranya dgn manusia,, bisa amsyong. Allah gak bakal acc
tobat kita sebelum kita meminta maaf dgn orang yg udah kita sakitin itu. Hoooroooorrrrrr………
Hmmm,, ada hadist nih :
Rasulallah SAW. bersabda
bahwa “Sesungguhnya
marah itu bara api yang dapat membakar lambung anak Adam. Ingatlah bahwa
sebaik-baik orang adalah orang yang melambatkan (menahan) amarah dan
mempercepat keridhaan dan sejelek-jelek orang adalah orang yang mempercepat
amarah dan melambatkan ridha”.
(HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudriy).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar