Hmmm….
Ngomongin masa lalu itu emang gak ada habisnya, masa lalu itu history dan kita akan selalu membuat sejarah utk satu detik yang telah terlewatkan. Ketika aku lihat jam dinding yang sedang bergerak, aku berfikir, “Jarum jam aja yg benda tak bernyawa bergerak maju menuju ke depan, Apalagi aku suatu makhluk yg bernyawa dan berfikir harusnya lebih bisa moving on.”
Perjalanan hidup itu sama aja seperti menulis cerita pada suatu buku, dimana buku itu nanti harus dipertanggung jawabkan di hadapanNYA. Ketika membuat cerita yg kurang baik di halaman sebelumnya, aku akan berusaha utk tidak membuat kesalahan yg sama. Aku gak mau membuat cerita yg monoton, aku gak mau nemuin cerita yg sama di halaman selanjutnya selain dari revolusi progress hidupku.
Yang aku tahu….
Mistake/Sins is like a paper once it’s crumpled, it can’t be perfect again. Ketika aku menyesali ttg cerita buruk yg telah ku perbuat, rasanya ingin sekali meremas/merusak/berusaha menghilangkan bagian dari halaman yg buruk itu, TAPI sayangnya ku tak bisa karena apa pun yg aku lakukan gak akan memutihkan kembali kertas yg telah tertulis itu. Aku sadar aku cuma bisa berusaha/ikhtiar utk terus menulis cerita yg baik. Dan masa lalu telah berlalu, aku tak akan dapat mencapai apa yg ada di depan kalau aku sendiri gak mau lepasin apa yg ada di belakang aku. Semua punya masa lalu tapi masa depan lebih penting, jadi biarkan masa lalu berlalu.
Shit happens, but life goes on. Sometimes I need to forget some people from my past, because of one simple reason, they just don’t belong in my future. When people walk away from me, let them go. My destiny is never lies to anyone who leaves me, and it doesn’t mean they are bad people, it just means that their part in my story is over. I will never regret that, because I’ve got something from my pass, but sorry I have to move on and leave my pass behind because “ALLAH bringing me home.” Don’t look back at new direction.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar