Aku ingin menceritakan isi hatiku, tapi hanya dgn tangis
dalam sujudku. Ku yakin air mata ku ini suatu saat akan menjadi air mata
kebahagiaan hidupku.
Ketika kusadari cinta yg paling sempurna adalah sebuah cinta
yg bermuara pada Sang pencipta CINTA itu sendiri, aku mengerti apa itu cinta
sejati. Cinta sejati itu tak lekang oleh waktu dan dalam keadaan apa pun. Dia yg
mencintai tidak akan pernah meninggalkan yg dicintai. Bahkan, dia selalu
memaafkan jika aku bersalah. Dia tetap bersabar, ketika aku berpaling dariNya.
Dia tidak pernah bosan bersamaku, hingga terkadang aku sendiri yg lupa
terhadapNya. Di situ aku melihat cinta yg lebih mulia dari cinta-Nya, di situ
pula aku merasa sangat berdosa sekali, Aku hina, Aku kotor, Aku sombong, Aku
lupa siapa pemilik jasadku ini, aku terhijab oleh gemerlapnya duniawi ini.
Maafkan aku,, maafkan aku,,
Sungguh aku merasa tak pantas utk berhadapan denganMu.
Di saat aku lalai terhadapMu, Kau masih sudi mengingatkanku.
“Pemberian yang tampak seperti rahmat tetapi sesungguhnya
adzab. Pemberian itu bungkusnya menyenangkan, tetapi isinya menyakitkan,
seperti racun yang dibungkus dengan madu.”
Aku belajar banyak hal ya Rabb,, terima kasih atas nikmat
hidayah yg Kau turunkan melalui seseorang di sana. Aku akan terus belajar utk tidak
memandang duniawi dengan mata kepalaku yang diikuti dengan hawa nafsu,
melainkan dengan mata hatiku. Ikhlas menerima takdirMu, karena Kau yg
menciptakan aku, karena aku hanyalah milikMu seutuhnya, karena aku hanya bagian
dari kebesaranMu, Aku pun mampu berdiri karena KalamMu, Aku tak punya daya dan
tiada upaya melainkan atas kehendakMu. Sesuatu datangnya dariMu dan kembali pun
akan kepadaMu. Sungguh aku tidak berharap apa pun melainkan hanya Keridha’anMU
saja ya Allah^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar